Dalam rangka menyambut tahun baru Islam 1430.H. Pondok pesantren Husnul Khotimah Pimpinan KH. Abu Zam-zam (Macan Bandung) Mengadakan agenda rutin tahunan yaitu;
Khitanan Massal (30 orang)
Pawai Taaruf
Tabligh Akbar oleh da'i-da'i kondang ( KH.Asep Sunan Sunandar sunarya) giriharja III. dan oleh ( K. Ayip ja'far Shodiq, M.MPd ) Da'i TVRI
Susunan Acara
Pembukaan
Pembacaan Al-Qur'an oleh Hj. Robi'ah Al-adawiyah ( Qori'ah internasional)
Saya lahir di Sukabumi, Jawa Barat, 12 mei 1965. Nama asli saya Nio Cwan Chung. Saya adalah WNI keturunan Tionghoa. Sejak kecil saya mengenal dan menganut ajaran Konghucu, karena ayah saya seorang pendeta Konghucu.
Selain mengenal ajaran Konghucu, saya juga mengenal ajaran Islam melalui pergaulan di lingkungan rumah dan sekolah. Saya sering memperhatikan cara-cara ibadah orang-orang muslim.
Kerena terlalu sering memperhatikan tanpa sadar saya diam-diam suka melakukan shalat. Kegiatan ibadah orang lain ini saya lakukan walaupun saya belum mengikrarkan diri menjadi seorang muslim.
Kehidupan keluarga saya sangat memberikan kebebasan dalam memilih agama. Sehingga saya memilih agama Kristen Protestan menjadi agama saya.
Setelah itu saya berganti nama menjadi Pilot Sagaran Antonio. Kepindahan saya ke agama Kristen Protestan tidak membuat ayah saya marah. Ayah akan sangat kecewa jika saya sekeluarga memilih Islam sebagai agama.
Sikap ayah saya ini berangkat dari image gambaran buruk terhadap pemeluk Islam. Ayah saya sebenarnya melihat ajaran Islam itu bagus. Apalagi dilihat dari sisi Al Qur’an dan hadits. Tapi, ayah saya sangat heran pada pemeluknya yang tidak mencerminkan kesempurnaan ajaran agamanya.
Gambaran buruk tentang kaum muslimin itu menurut ayah saya terlihat dari banyaknya umat Islam yang berada dalam kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan. Bahkan, sampai mencuri sandal di mushola pun dilakukan oleh umat Islam sendiri. Jadi keindahan dan kebagusan ajaran Islam dinodai oleh prilaku umatnya yang kurang baik.
Kendati demikian buruknya citra kaum muslimin di mata ayah, tak membuat saya kendur untuk mengetahui lebih jauh tentang agama islam. Untuk mengetahui agama Islam, saya mencoba mengkaji Islam secara komparatif (perbandingan) dengan agama-agama lain.
Dalam melakukan studi perbandingan ini saya menggunakan tiga pendekatan, yakni pendekatan sejarah, pendekatan alamiah, dan pendekatan nalar rasio biasa. Sengaja saya tidak menggunakan pendekatan kitab-kitab suci agar dapat secara obyektif mengetahui hasilnya.
Berdasarkan tiga pendekatan itu, saya melihat Islam benar-benar agama yang mudah dipahami ketimbang agama-agama lain. Dalam Islam saya temukan bahwa semua rasul yang diutus Tuhan ke muka bumi mengajarkan risalah yang satu, yaitu Tauhid. Selain itu, saya sangat tertarik pada kitab suci umat Islam, yaitu Al-Qur’an.
Kitab suci ini penuh dengan kemukjizatan, baik ditinjau dari sisi bahasa, tatanan kata, isi, berita, keteraturan sastra, data-data ilmiah, dan berbagai aspek lainnya.
Ajaran Islam juga memiliki system nilai yang sangat lengkap dan komprehensif, meliputi system tatanan akidah, kepercayaan, dan tidak perlu perantara dalam beribadah. Dibanding agama lain, ibadah dalam islam diartikan secara universal. Artinya, semua yang dilakukan baik ritual, rumah tangga, ekonomi, sosial, maupun budaya, selama tidak menyimpang dan untuk meninggikan siar Allah, nilainya adalah ibadah. Selain itu, dibanding agama lain, terbukti tidak ada agama yang memiliki system selengkap agama Islam. Hasil dari studi banding inilah yang memantapkan hati saya untuk segera memutuskan bahwa Islam adalah agama yang dapat menjawab persoalan hidup.
Masuk Islam
Setelah melakukan perenungan untuk memantapkan hati, maka di saat saya berusia 17 tahun dan masih duduk di bangku SMA, saya putuskan untuk memeluk agama Islam. Oleh K.H.Abdullah bin Nuh al-Ghazali saya dibimbing untuk mengucapkan ikrar dua kalimat syahadat pada tahun 1984. Nama saya kemudian diganti menjadi Syafii Antonio.
Keputusan yang saya ambil untuk menjadi pengikut Nabi Muhammad saw. Ternyata mendapat tantangan dari pihak keluarga. Saya dikucilkan dan diusir dari rumah. Jika saya pulang, pintu selalu tertutup dan terkunci. Bahkan pada waktu shalat, kain sarung saya sering diludahi. Perlakuan keluarga terhadap diri saya tak saya hadapi dengan wajah marah, tapi dengan kesabaran dan perilaku yang santun. Ini sudah konsekuensi dari keputusan yang saya ambil.
Alhamdulillah, perlakuan dan sikap saya terhadap mereka membuahkan hasil. Tak lama kemudian mama menyusul jejak saya menjadi pengikut Nabi Muhammad saw.
Setelah mengikrarkan diri, saya terus mempelajari Islam, mulai dari membaca buku, diskusi, dan sebagainya. Kemudian saya mempelajari bahasa Arab di Pesantren an-Nidzom, Sukabumi, dibawah pimpinan K.H.Abdullah Muchtar.
Lulus SMA saya melanjutkan ke ITB dan IKIP, tapi kemudian pindah ke IAIN Syarif Hidayatullah. Itupun tidak lama, kemudian saya melanjutkan sekolah ke University of yourdan (Yordania). Selesai studi S1 saya melanjutkan program S2 di international Islamic University (IIU) di Malaysia, khusus mempelajari ekonomi Islam.
Selesai studi, saya bekerja dan mengajar pada beberapa universitas. Segala aktivitas saya sengaja saya arahkan pada bidang agama. Untuk membantu saudara-saudara muslim Tionghoa, Saya aktif pada Yayasan Haji Karim Oei. Di yayasan inilah para mualaf mendapat informasi dan pembinaan. Mulai dari bimbingan shalat, membaca Al-Qur’an, diskusi, ceramah, dan kajian Islam, hingga informasi mengenai agama Islam. (Hamzah, mualaf.com)
Redaksi : Saat ini M Syafii Antonio aktif diberbagai Lembaga Keuangan Islam/Syariah baik Bank maupun Non Bank, dan membina berbagai pendidikan syariah
Dr. Muhammad Syafii Antonio, MSc
- Doktor Banking & Micro Finance, University of Melbourne, 2004 - Master of Economic, International Islamic University, Malayasia, 1992 - Sarjana Syariah, University of Jordan, 1990 - Komite Ahli Pengembangan Perbankan Syariah pada Bank Indonesia - Dewan Komisaris Bank Syariah Mega Indonesia - Dewan Syariah BSM - Dewan Syariah Takaful - Dewan Syariah PNM - Dewan Syariah Nasional, MUI
Apabila anda berada pada pagi hari, kerjakanlah apa yang harus dikerjakan;
jangan sampai anda menunggu petang hari, hanya hari ini saja kesempatan anda untuk hidup, bukan hari kemarin yang telah pergi dengan membawa kebaikan dan keburukanya, dan bukan pula hari esok yang belum tiba saatnya,, Hari yang mentarinya menyinari anda dan siang harinya menemui anda, hanya itulah hari anda.
Usia anda adalah sehari, maka tanamkanlah dalam lubuk hati anda bahwa hanya hari ini saja anda hidup, seakan-akan anda dilahirkan dan meninggal dunia pada hariyang sama. Bila perasaan itu telah tertanam dalam hati Anda, niscaya perjalanan hidup anda tidak akan terombang ambing diantara mimpi buruk masa lalu berikut dengan kesedihan dan kesusahanya dan kekhawatiran masa depan dengan bayanganya yag menakutkan serta gerakanya yang menggetarkan. Hanya untuk hari inilah Anda harus memusatkan konsentrasi, perhatian, kretifitas, jerih payah, dan kesungguhan Anda.
Oleh karena itu, demi untuk hari ini, Anda harus menyajikan Sholat yang khusu, membaca Al-Qur’an dengan merenungi ma’nanya, menelaah disertai dengan renungan, dzikir dengan hati sepenuhnya, bersikap seimbang dalam mengatasi berbagai uarusan, berakhlak baik, ridho dengan rizki yang diberikan, membenahi penampilan, memperhatikan kesehatan jasmani, dan memberi manfaat yang berguna bagi orang lain.
Untuk hari yang anda jalani, hendaknya membagi jam-jamnya dan menjadikan menit-menitnya seakan akan bernilai beberapa tahun, dan detik-detiknya seakan-akan bernilai beberapa bulan. Selanjutnya, tanamkanlah kebaikan di dalamnya; tebarkanlah kebajikan; mohon ampunlah atas dosa Anda; berdzikirlah kepada Tuhan; dan bersiap-siaplah untuk berpulang. Jalanilah kehidupan hari ini dengan senang dan gembira, aman dan tenang, serta penuh rasa ridhlo dengan rizki, istri, anak-anak, pekerjaan, rumah, pengetahuan, dan kedudukan Anda.
Artinya: terimalah semua yang telah Allah berikan kepada Kalian, dan jadikanlah kalian termasuk orang-orang yang bersyukur.Al-A’rof ayat 144.
Anda pasti akan menjalani hidup Anda tanpa sedih, tanpa kaget, tanpa emosi, tanpa dengki, dan tanpa iri hati.
Anda harus camkan dalam ingatan Anda, dan juga Anda catatkan di dalam meja kerja Anda suatu ungkapan yang berbunyi; “Hari ini milik Anda” Apabilahari ini Anda makan roti yang masih hangat lagi enak, tentu Anda tidak akan memikirkan roti hari kemarin yang telah keras dan basi, atau roti hari esok yang masih belum ada.
Apabila pada hari ini masih dapat minum air tawar dan menyegarkan, mengapa Anda masih memikirkan air hari kemarin yang telah asin dan pahit, atau menginginkan air hari esok yang tidak tawar dan panas?
Sesungguhnya jika Anda mau jujur untuk membenahi diri sendiri dengan tekad yang kuat membaja dan semangat yang menggebu-gebu, niscaya Anda akan dapat menjinakanya untuk patuh kepada falsafah, “Hidupku Hanyalah Untuk Hari Ini”, Bila sudah demikian, anda akan tergerak untuk menggunakan setiap saat pada hari ini guna membangun eksistensi diri Anda, mengembangkan bakatnya dan meningkatkan etos kerjanya. Selanjutnya Anda katakan;
Untuk hari ini aku akan menjaga lisanku, maka aku tidak akan mengucapkan kata-kata yang terlarang dan jorok, mencaci maki atau mengumpat.
Untuk hari ini aku akan merapihkan rumah dan kantorku, maka tidak akan ditemui lagi tataletak yang kacau dan berantakan, tetapi semuanya akan tertata rapi.
Untuk hari ini aku hidup, maka aku akan membersihkan tubuhku, memperindah penampilanku, memperhatikan kerapihanku dan bersikap sewajarnya dengan mengatur cara jalan, bicara dan semua gerakanku.
Untuk hari ini aku hidup, maka aku akan bersungguh-sungguh melakukan ketaatan kepada Tuhanku, menunaikan Sholatku dengan sebaik-baiknya, membekali diri dengan Sholat sunnah, membiasakan baca Al-Qur’an, menalar buku-bukuku, menghafal ilmu yang berfaedah dan menelaah buku yang bermanfaat.
Hanya untuk hari ini aku akan hidup, maka aku akan menanamkan kebaikan dalam kalbuku dan mencabut darinya segala bentuk kejahatan, yang tumbuh di dalamnya berikut ranting-rantingnya yang berduri, seperti kesombongan, keangkuhan, riya (pamer) iri, dengki, unek-unek, dan buruk sangka.
Untuk hari ini aku akan hidup, maka aku akan memberikan hal-hal yang bermanfaat bagi orang lain dan memberikan kebajikan kepada orang lain. Aku akan menjenguk yang sakit, mengiringi jenazah, memberi petunjuk kepada orang yang tidak tahu jalan, memberi makan kepada yang lapar, menghibur kepada yang tertimpa musibah,membela orang yang teraniyaya, memberikan pertolongan kepadayang lemah. Menyantuni kepada yang mengalami cobaan, memuliakan orang Alim (berilmu Agama) mengasihani anak kecil dan menghormati orang yang dewasa.
Untuk hari ini aku akan hidup,maka wahai masa lalu yang telah pergi dan menghilang, enyahlah seperti matahari, aku tidak akan menangisi kepergianmu dan engkau tidak akan melihatku duduk merenung untuk mengingatmu barang sejenakpun, karena engkau telah meninggalkan ku, hijrah dariku, dan pergi dariku untuk selamanya tanpa kembali.
Wahai masa depan, engkau masih berada di alam Gha’ib, maka aku tidak akan berinteraksi dengan mimpi-mimpi, aku tidak akan menjual diriku kepada ilusi dan bayangan, dan aku tidak akan menyegerakan kelahiran yang tiada. Hari esok masih belum ada, karena ia belum diciptakan dan belum disebut-sebut keberadaanya.
Hari ini adalah milikmu,
wahai manusia; !,,ini merupakan kalimat yang paling indah dalam kamus kebahagiaan bagi orang yang menginginkan agar kehidupan ini tampil dalam gambaranya yang paling cemerlang dan perhiasanya yang paling indah…
1. Telah pasti datangnya ketetapan Allah[818] Maka janganlah kamu meminta agar disegerakan (datang) nya. Maha suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan.
Janganlah anda mendahului peristiwa yang belum tiba saat kejadianya. Apakah anda ingin menggugurkan kandungan sebelum sempurna masa kandunganya atau ingin memetik buah sebelum tiba masa kematanganya? Sesungguhnya hari esok belum tiba, tiada kenyataan, ujud, bentuk, atau polanya. Karenanya mengapa kita sibuk memikirkanya, merasa khawatir dengan musibahnya, gelisah dengan kejadianya dan memprakirakan bencana yang akan terjadi padanya? Bukankah kita belum mengetahui, bisa jadi kita terhalang untuk sampai ke hari esok atau memang kita akan menjumapainya dan ternyata berubah menjadi hari yang membahagiakan, menggembirakan dan menyenangkan berbeda dengan apa yang dipikirkan sebelumnya? Yang penting, hari esok masih ada di alam gha'ib dan belum lagi sampai ke Bumi. Sesungguhnya kita tidak akan dapat menyebrangi sebuah jembatan sebelum sampai padanya. Atau barangkali saja jembatan itu ambruk sebelum kita sampai padanya atau bisa jadi kta sampai padanya dan dapat menyebranginya dengan selamat.
Sesunggunya membebani pikiran dengan wawasan yang lebih luas daripada luang lingkup jangkauanya tentang masa depan dan membuka lembaran gha'ib selebar-lebarnya, kemudian menyakiti diri dengan hal-hal yang menggelisahkan yang masih di prakirakan kejadianya, merupakan hal yang dibenci oleh syari'at karena hal itu sama artinya dengan memperpanjang angan-angan yang dicela oleh akal sehat, sebab tiada bedanya dengan melawan bayangan. Sesungguhnya banyak manusia di dunia ini yang memprakirakan bahwa dimasa depan ia akan mengalami krisis sandang dan pangan, terkena penyakit, jatuh miskin dan tertimpa berbagai musibah, padahal semua itu merupakan setrategi yang telah dikaji matang di lembaga pendidikan setan.
268. Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia[170]. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui.
[170] Balasan yang lebih baik dari apa yang dikerjakan sewaktu di dunia.
Banyak dari kalangan mereka yang menangis karena memikirkan bahwa hari esok mereka akan kelaparan; tahun depan merka akan sakit dan seratus tahun kemudian dunia ini akan berakhir. Sesungguhnya orang yang usianya bukan miliknya, seharusnya tidak mempertaruhkanya untuk hal yang tidak ada dan orang yang tidak tahu bilakah dirinya akan mati, seharusnya tidak menyibukan diri dengan sesuatu yang belum ada hakikat kenyataanya.
Biarkanlah hari esok datang dengan sendirinya kepada Anda. Janganlah Anda tanyakan tentang berita-beritanya dan jangan Anda tunggu-tunggu tentang kedatanganya, karena Anda sendiri mempunyai kesibukan dengan urusan hari ini.
Jika Anda ingin heran, sudah sepantasnya bila mengherankan sikap mereka yang menukar kebahagiaanya dengan kesusahan secara tunai, sedang kesusahanya itu sendiri akan ia terima kemudian pada hari yang mentarinya saja belum terbit dan cahanyapun belum terlihat. Oleh Karena itu waspadalah! Janganlah sampai Anda berangan-angan terlalu jauh dari realita….Wallahu A'lam….
Di sebuah perguruan tinggi ternama, di kawasan timur sana, adalah seorang guru besar yang kebingungan karena pertanyaan muridnya,
Murid; Prof, gemana sih menurut prof yang di maksud dengan wujud Allah itu?
Prof; Kemudian si Prof ini menjawab dengan detil tentang wujud Allah, tentunya dengan dalil akli (akal) dan dalil naqlinya (al-Qur’an) kemudian ia tambahkan pendapat-pendapatnya pula dan tentunya ia menyarankan juga sama muridnya”Bertafakurlah dengan ciptaan Allah dan kebesaran-Nya, janganlah bertafakur dengan Dzat Allah swt.
Murid:? ternyata si murid tidak puas dengan jawaban Profnya ini,
Murid; Prof, apasih yang dimaksud dengan takdir itu?
Prof; Kemudian si Prof kembali menjawab pertanyaan si murid ini, dengan gamblang di ungkapnya Devinisi takdir, tentunya dari berbagai literature dan reverensi yang ia miliki, ia tambahkan pula pendapat-pendapatnya sendiri, yah namanya Prof, pastilah jago dalam hal ini,
Murid; ternyata si murid tidak puas dengan jawaban Profnya ini,
Murid; Prof, apakah mungkin syetan akan merasa tersiksa dengan api neraka? sementara syetan di ciptakan dari api, api sama api kan satu jenis?
Prof; Dalam hal ini Prof mulai kebingungan, tapi namanya juga Prof, malu dong? kalau kalah ama muridnya, ia nda? he, he, nasibmu, Prof. Kemudian ia coba menjawab dengan jawaban-jawaban logikanya yang berilian itu,
Murid; Ternyata si murid tidak puas dengan jawaban Profnya ini, malah dalam hal ini muridnya sangat merasa tidak terpuaskan,
Kang Ja’far. Perlu di ketahui, si murid ini namanya Dr, Mudasir, he,he, :D--> :)-->
Suatu hari Dr. Mudasir bersilaturahmi sama orang tuanya, eh, ternyata orang tuanya tinggal di lereng sebuah gunung di satu daerah di Indonesia, setibanya di rumah sepuhnya, sang doctor ini, kemudian salam dan masuk kerumahnya, satu hal yang mengganjal di hati sepuhnya adalah, sikap anaknya yang agak aneh, sikap dan perilakunya tidak seperti biasanya. Oh, mungkin pengaruh pergaulan luar Nagreg? pikir si sepuh ini, ah, biarlah nanti kalau sudah istirahat mau saya tanya kata sepuhnya.
Sang doctor yang masih belum terpuaskan dengan keingin tahuanya akan tiga hal tadi, terkagetkan dengan sapaan sang ayah yang tiba2 menghampirinya, kenapa sih nak, sepertinya ada masalah?
Sang doctor kemudian menjelasakan keingin tahuanya tentang tiga hal yang selama ini menjadi satu hal yang menyita perhatianya, dan merasa belum puas dengan jawaban-jawaban dari guru besarnya.
Kemudian, tanpa di duga sebelumnya, sang ayah menampar Dr.Mudasir dengan tamparan dimuka sang doctor’’
Dr.Mudasir;
Loh, ko Abi nampar sayah sih? bukanya mendengar dan ikut memikirkan pertanyaan saya? kata si doctor sambil sedikit agak marah, mungkin kalo bukan ayahnya yang nampar, sudah balik nampar sang doctor ini.
Sang Ayah;
Wahai anaku tercinta, itulah yang dinamakan taqdir, Bukankah kamu tidak pernah berfikir sebelumnya akan di tampar oleh Abi? Tetapi hal itu sekarang telah menimpa kamu?
Dr.Mudasir; Tapi kan saya sakit Abi!, kata sang doctor ini seraya memegang mukanya yang kena tamparan tadi.
Sang Ayah; Wahai anaku tercinta, coba kamu buktikan dihadapan Abi, rasa sakit itu seperti apa wujudnya. Dr.Mudasir; Sang doctor ini rupanya merenung sejenak, dan tak mampu berkata satu patah katapun (bingung nya, naros atuh ka kang Ja’far)
Sang Ayah; Wahai anaku tercinta, jangankan Dzat Allah swt, yang serba maha dan Mukholafatul lilhawadist, ciptaanya saja, rasa sakit padahal ada. Tetapi, ternyata engkau tidak bisa menjawabnya.
Dr.Mudasir; Sang doctor kemudian kembali merenung, sambil masih tersisa sedikit rasa nyeri di wajahnya bekas tamparan sang ayah, kemudian ia kembali berkata sama ayahya.
Dr.Mudasir; Kenapa Abi mukul wajah saya?
Sang ayah; Abi sengaja memukul kamu wahai anaku, dengan tangan abi, karena tangan Abi adalah kulit yang Allah ciptakan, wajah kamu juga kulit yang Allah ciptakan. Dan apabila Allah swt berkehendak, kulit sama kulitpun akan menimbulkan rasa sakit, begitupun syetan akan tersiksa nanti di dalam Neraka Allah swt, walaupun syetan diciptakan dari api, ”””wallohu a’lam”””
Subhanalloh, hanya satu tamparan dari sang Ayah, (Ulama Ahlul ibadah) Ternyata mampu menjawab tiga pertanyaan sekaligus, yang tak pernah terpuaskan, meski puluhan Profesor telah menjelaskanya…”Al-Ulama’u warrosatul anbiya”
Silahkan klik disini...Pesantren Multimedia Bandung
Silaturrahmi disini?....
Waktu Adalah Ibadah
Aya Tamu?...
Assalamu'Alaikum Wr. Wb
Hidup datang dari Allah, Sekarang hidup mengabdi di Bumi Allah, Dan berpulangpun Hanya kepada Allah. Aktifitas apapun dilakukan karena ibadah kepada Allah, karena di perintah oleh Allah dan tidak ada yang dicari selain hanya keridhoan Allah swt...Amien.